Metode pengolahan VCO memiliki beberapa tahan ada pemanasan, fermentasi, dan pemancingan minyak, dibawah ini akan membahas beberapa metode pengolahan VCO ( Virgin Coconut Oil )
Metode Pengolahan VCO dengan Pemanasan Bertahap

Buah kelapa segar dikupas lalu diambil dagingnya kemudian diparut. Hasil parutanny ditimbang sebanyak 1 kg tambahkan 2 Liter air setelah itu diperas. Santan yang dihasilkan lalu didiamkan selama kurang lebih 2 ½ jam hingga terbentuk 2 lapisan yaitu krim dan air.
Pisahkan krim dengan air kemudian dipanaskan dengan menggunakan suhu < 90ºC hingga terbentuk minyak dan blondo yang berawarna putih. Minyak disaring agar terpisah dari blondonya. Minyak dipanaskan kembali selama 10 jam dengan temperatur suhu 65°C kemudian disaring sehingga meperoleh minyak VCO.
Metode Pengolahan VCO dengan Pemancingan Minyak
Buah kelapa segar diambil dagingnya kemudian diparut. Hasil parutan ditimbang sebanyak 1 kg kemudian ditambahkan air sebanyak 2 Liter setelah itu diperas. Santan yang didapatkan kemudian didiamkan selama 2 ½ jam hingga terbentuk 2 lapisan krim dan air.
Krim dan air dipisahkan. Ke dalam cairan krim ditambahkan minyak pancingan dengan perbandingan (1:3), kemudian dicampur hingga semuanya rata. Didiamkan selama 10 samapai 12 jam. Hasilnya akan terbentuk 3 lapisan yaitu minyak, blondo dan air. Minyak VCO lalu dipisahkan secara hati-hati dengan cara disaring.
Metode Pengolahan VCO dengan Fermentasi
Buah kelapa segar diambil dagingnya untuk kemudian diparut. Hasil dari parutan tersebut lalu ditimbang sebanyak 1 kilo gram, kemudian dipanaskan selama kurang lebih 15 menit. Hasil dari parutan yang sudah dipanaskan setelah itu diperas dengan menambahkan 2 liter air hangat untuk diambil santannya.
Santan yang diperoleh ditambahkan kurang lebih 1,5 gram ragi tape. Didiamkan selama 24 jam. Santan ini kemudian dipisahkan krimnya. Krim dipanaskan sampai terbentuk minyak dan blondo yang berwarna putih. Jika sudah selesai minyak VCO disaring atau dipisahkan.
Hasil dan Pembahasan
Hasil pengukuran rendaman atau kadar minyak untuk masing – masing metode pembuatan terlihat bahwa rendaman minyak berdasarkan pengolahan data statistik dari ketiga metode pembuatan tidak berbeda jauh. Demikian hasil rata – rata terlihat bahwa menggunakan metode pemancingan minyak memiliki persentase lebih tinggi (15,27 %) dibanding dengan menggunakan metode fermentasi (13,97 %) dan dengan metode pemanasan bertahap (14,38 %)
Kualitas dari minyak VCO yang dihasilkan dari 3 tiga metode : metode pertama pemanasan bertahap, metode kedua pemancingan minyak, dan metode ketiga fermentasi, telah diukur rendemen atau kadar minyak, kadar air, dan dianalisa kadar asam lemak bebas dan bilangan peroksidanya.
Minyak yang didapatkan pada pemanasan awal masih mengandung banyak kadar air yang tinggi harus dilakukan pemanasan kedua untuk mengurangi kadar air. Suhu yang dipakai untuk pemanasan kedua relatif rendah yaitu < 65°C dan dengan waktu pemanasan kurang lebih 10 jam.
Metode fermentasi dengan metode pemancingan minyak menghasilkan minyak VCO dengan kadar air yang relatif sama, yaitu sedikit lebih tinggi jika dibandingkan dengan metode pemanasan bertahap, mengapa? karena metode fermentasi hanya melakukan pemanasan satu kali saja sedangkan metode pemancingan minyak tidak dilakukan pemanasan
Kesimpulan
Metode pemancingan minyak menghasilkan kadar minyak sebesar 15,27 %, kadar air 0,1566 %, asam lemak bebas sebesar 0,1744 % dan bilangan peroksida 0,3545. Pemanasan bertahap menghasilkan kadar minyak sebesar 14,38 %, kadar air sebesar 0,0706 %, asam lemak bebas sebesar 0,1171 % dan bilangan peroksida 0,2278.
Metode fermentasi menghasilkan kadar minyak 13,97 %, kadar air 0,1333 %, asam lemak bebas 0,3671 % dan bilangan peroksida 0,2148. Berdasarkan kandungan kadar minyak, kadar air, asam lemak bebas dan bilangan peroksida dari ketiga metode tersebut.
Diatas merupakan metode-metode pengolahan VCO kamu bisa memanfaatkan ini untuk pluang usaha VCO kamu bisa memcoba membuatnya dirumah dengan menggunakan metode-metode diatas