Cara budidaya Pembibitan ternak domba untuk pemula

Para peternak harus mengetahi Cara budidaya Pembibitan ternak domba. Perkumpulan ternak domba mempunyai peluang pasar yang masih terbuka luas seiring dengan banyaknya peminat konsumen pada hasil masakan berbahan baku pangan domba.

 

Budidaya domba merupakan salah satu bisnis yang menguntungkan, tak heran dari kegiatan budidaya ternak domba sudah dilakukan sejak jaman dulu kala. Ada beberapa yang dihasilkan dari berternak seperti bulu, daging, dan susu yang bisa dijual.

Agar sukses budidaya domba yaitu Anda harus mengetahui cara budidaya domba yang baik sehingga mendapatkan hasil yang menguntungkan. Terutama bagi pemula, harus banyak belajar terutama pada proses pemeliharaannya. cara budidaya pembibitan ternak domba

Cara budidaya Pembibitan ternak domba.

Budidaya domba bisa dengan dua cara yakni dengan digembala dan kandang (gedogan). Namun, bagi Anda yang sibuk dengan pekerjaan cara gembala tidaklah cocok, selain itu harus digembala di ladang yang hijau.

Untuk bisa menjadi pengelola usaha pembibitan kambing domba ada beberapa pengetahuan budidaya kambing domba yang perlu difahami oleh setiap pengelola usaha pembibitan kambing domba diantaranya pemilihan bibit, sistem reproduksi, pemberian pakan, sistem perkandangan, pencegahan dan pengendalian penyakit.

1. Pemilihan bibit dalam budidaya Pembibitan ternak domba.

Bibit merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan betul oleh setiap pengelola usaha pembibitan. Pemilihan bibit kambing domba perlu dilakukan yang akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan keturunan kambing domba yang dihasilkan.
Ada beberapa persyaratan yang harus diperhatikan
a. Calon Induk harus memenuhi persyaratan

1). tidak terlalu gemuk dan tidak cacat,
2) ambing normal dan simetris,
3) kaki lurus dan kuat,
4) dianjurkan untuk memilih calon induk yang berasal dari keturunan kembar.

B. Calon Pejantan persyaratan yang harus dipenuhi

1) sehat dan tidak cacat,
2) nafsu kawinnya aktif dan besar,
3) dada dalam, kaki tegak, lurus dan kuat,
4) penampilan gagah, hak tinggi,
5) buah zakar normal berjumlah 2 dan sama besarnya.

2. Sistem Reproduksi

Untuk pengembang pembibitan kambing domba diperoleh dari hasil perkawinan yang dilakukan secara alami. Untuk mengakhiri perkawinan kambing domba pengelola usaha pembibitan kambing domba harus tahu tentang pengetahuan sikuls birahi dan tanda tanda birahi pada ternak kambing domba.Siklus birahi kambing domba akan terjadi setiap 17 – 21 hari sekali rata rata siklus birahi pada kambing domba terjadi setiap 19 hari sekali. Lamanya waktu birahi pada kambing domba 24 – 36 jam. Birahi pada kambing domba betina yang dicampur dengan
1) ternak akan gelIsah dan ribut,
2) sering menggerak gerakan ekornya,
3) pada bagian luar alat kelamin akan tampak merah, bengkak, hangat dan keluar lendir yang dikenal dengan istilah 3 A (Abang, Abuh dan Anget),
4) menerima atau mau dikawini kambing domba pejantan,
5) nafsu makannya berkurang.

Waktu yang tepat mengawinkan kambing domba dapat mengacu pada pedoman berikut :
1. Kambing domba dikawinkan 12-18 jam setelah terlihat tanda birahi
2. Agar masa birahi tidak terlewat, sebaiknya kambing domba betina yang birahi dicampurkan dalam kandang kambing domba jantan
3. Bila perkawinan gagal artinya tidak terjadi kebuntingan yang dapat dilihat dengan munculnya kembali tanda birahi kedua pada ternak domba betina perlu dilakukan perkawinan kembali ternak domba.
4. Hindarkan perkawinan kambing domba yang sedarah atau masih satu keturunan yaitu perkainan kambing domba antara anak bapak,

3. Pemberian pakan

Pakan merupakan salah satu faktor penting yang harus menjadi kepedulian pengelola selain ternak pembibitan kambing domba. Selain faktor penting, pemberian pakan juga akan menentukan keberhasilan perkembangan kambing domba. Pemberian pakan pada kambing domba harus mampu memenuhi persyaratan gizi pakan untuk kebutuhan pertumbuhan bibit ternak. Pemberian pakan harus terdiri dari pakan hijauan, pakan konsentrat atau pakan tambahan yang akan melengkapi gizi pakan yang ada pada hijauan

4. Sistem Perkandangan

Kandang yang digunakan untuk tempat berlindung bagi ternak juga harus dapat berfungsi memudahkan dalam pengontrolan, sebagai tempat bagi ternak melakukan aktivitas istirahat, perkawinan, makan minum dan melahirkan. Model kandang yang dianjurkan untuk kambing domba berupa kandang panggung tipe ganda atau tunggal dengan persyaratan pada dasar lantai kandang mempunyai celah selebar 1,5 – 2 cm agar kencing dan kotoran kambing domba dapat turun ke bawah

5. Pencegahan dan pengendalian penyakit

Sebagai pengelola usaha pembibitan kambing domba sudah sewajarnya untuk mengetahui pengetahuan tentang kesehatan hewan, terutama penyakit yang biasa menyerang kambing domba diantaranya kudis, sakit mata, kembung perut, cacingan dan mencret.

 

Related Posts