CONTOH PROGRAM PEMUDA MEMBANGUN DESA

Contoh Program Pemuda Membangun Desa, Peran Pemuda Bisa Apa?

Berikut Contoh Pemuda Membangun Desa

1. Contoh Program Membangun Desa Mandiri BPJS

Sudah bukan rahasia lagi jika BPJS jadi andalan untuk meringankan biaya kesehatan. Akan tetapi, tidak semua warga memilikinya karena kendala teknis atau tidak memiliki keinginan untuk membuatnya. Hal ini disadari oleh pemerintah Desa Kuripan Selatan, Kuripan, Lombok Barat. Sehingga, pemerintah pun melakukan inisiatif merintis kebijakan agar biaya perawatan warga bisa terbantu.

Jadi, pemerintah melakukan program desa terbaik yakni, BPJS mandiri. Di mana pengelolanya adalah Organisasi Kesehatan Masyarakat (OKM) di desa tersebut. Dengan BPJS mandiri, maka warga pun diharapkan bisa melakukan gotong royong untuk kebaikan. Sebab, iuran BPJS pemerintah besarannya kerap jadi kendala tersendiri bagi warga yang kurang mampu.

2. Contoh Program Membangun Desa Teknologi Sumur untuk Persediaan Air di Desa

Pastinya, kamu harus belajar dari kejadian 2007 lalu. Di mana Indonesia pernah mengalami kemarau yang panjang. Sehingga, banyak daerah yang harus mengalami kekeringan. Air bersih pun menjadi lebih sulit untuk didapatkan. Untuk mengantisipasinya, maka tercetuslah program desa terbaik Teknologi Sumur di Desa Sugih Waras, Bojonegoro, Jatim. Program ini terlaksana karena bantuan tenaga profesional dari Himpunan Pendudukan pemakai Air Pam (HIPPAM). Tenaga ahli membantu pembuatan sumur submersible dengan kedalaman sekitar 60 meter. Akhirnya, warga Sugih Waras dapat memiliki sumber air bersih di desanya. Dengan inovasi ini, maka sudah 972 warga yang bisa menikmati kemudahan ini. Nah, jika desamu memiliki sumber air yang sulit, maka program inovasi desa yang sepertinya bisa menginspirasi.

3. Contoh Program Membangun Desa Mengubah Limbah Minyak Jadi PAD

Salah satu jenis limbah yang kerap mengontaminasi lingkungan desa yang asri adalah minyak goreng. Sudah selayaknya, pihak desa melakukan suatu tindakan terhadap fakta ini. BUMDes di salah satu desa sudah melakukan kerja sama dengan PT Tirta Investama. Di mana limbah tersebut akan dijadikan sebagai produk campuran bahan bakar. Program desa terbaik ini dilakukan oleh Desa Panggungharjo yang ada di Yogyakarta. Sebelumnya, warga buangan limbah tersebut ke sungai. Sehingga, sungai pun menjadi tercemar. Selain menyelamatkan lingkungan, pihak BUMDes bersama warga pun memeroleh penghasilan yang besar. Sehingga kesejahteraan warga juga ikut terangkat.

4. Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro

Pembangkit listrik tenaga mikro Hidro adalah salah satu contoh program pemuda membangun desa Untuk mendukung fasilitas penerangan sebaik di kota, maka desa harus mampu melakukan inovasi sendiri. Salah satu solusinya adalah dengan menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro. Seperti yang dilakukan oleh warga desa Batang Uru, Mamasa, Sulbar. Warga bersama tenaga ahli membuat inovasi PLTMH sehingga desa tersebut dapat menikmati terangnya listrik di malam hari. Bahkan, sampai saat ini, desa tersebut menjadi penyedia turbin yang kemudian dipesan juga oleh berbagai daerah. Mulai dari warga NTT sampai Pulau Sulawesi.

5. Program Penyusunan Informasi Tanah Milik Warga

Program penyusunan informasi tanah milik warga merupakan salah satu contoh program pemuda membangun desa Jika penduduk yang ada di desa memiliki sertifikat tanah yang rusak atau buram, maka sudah selayaknya dilakukan program desa terbaik yang satu ini. Hal tersebut tidak mungkin terjadi, pasalnya, sejak 1940, belum terdapat pergantian maupun perbaikan sertifikat tanah.

Tujuan diadakannya program penyusunan ulang informasi kepemilikan tanah adalah agar terhindar dari konflik dan perselisihan. Sebab, kepemilikan tanah jadi perkara yang sensitif di antara warga. Program ini juga disertai dengan adanya edukasi mengenai pentingnya memiliki tanah oleh tenaga profesional.

6. Tempat Pengolahan Sampah Terpadu

Desa Ngabab di Malang punya inovasi yang dapat membantu alam. Desa ini mengolah sampah untuk dijadikan pupuk alami dan produk bernilai jual lebih tinggi. Tempat mengolah sampah ini beri nama Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Dworowati. Dengan adanya TPST ini, masa akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang kurang mampu. selain mengatasi masalah lingkungan, aplikasi pun dapat dikurangi. Sampah organik akan diolah menjadi pupuk dan dapat dijual lagi. Sampah anorganik yang diolah menjadi kerajinan nilai daur ulang yang tentu saja juga memiliki jual.

7. Budidaya Ikan di Irigasi

Irigasi saluran air yang digunakan untuk mengairi sawah, kegunaannya hanya itu saja. Tapi itu dulu, di Desa Limok Manai, Kecamatan Keliling Danau, irigasi dijadikan tempat budidaya ikan. Dengan memanfaatkan cukup bagus yang ada, sekarang perkembangannya. Bahkan, inovasi desa ini masuk ke Bursa Inovasi Desa tingkat nasional lho.

Peran Pemuda dalam Membangun Desa :

  1. Peran pemuda yang pertama adalah membangun sinergi bersama sesepuh desa serta perangkat desa setempat. keberadaan sesepuh desa tidak menutup kemungkinan dapat menjadi penghambat gerakan pemuda desa jika tidak ada sinkronisasi antara sesepuh desa dan pemudanya. Perlu adanya pendekatan antara keduanya dengan memprioritaskan rasa sehingga para sesepuh desa mampu memahami tujuan pemuda desa. Dalam hal tersebut, keterlibatannya perangkat desa mampu membantu berlangsungnya organisasi sehingga permasalahan yang timbul dapat diselesaikan secara terkendali.
  2. Peran pemuda yang kedua adalah membangun sinergi bersama pemuda- pemuda, yang dimaksud pemuda dalam hal ini adalah pemuda yang belum memiliki visi misi yang sama. Di sini pemuda harus bisa berperan fleksibel merangkul pemuda lain yang belum memiliki visi misi yang sama, butuh pemuda yang tidak mudah dan bisa ikut bergabung di kondisi sosial mana pun. Menjadikan pemuda tersebut dapat memahami kondisi mereka dan bisa mengajaknya ke tujuan visi membangun desa dengan caranya masing-masing.
  3. Peran pemuda yang ketiga adalah ikut serta serta dalam organisasi dan mengorganisir diri dalam lembaga kemasyarakatan desa yang dapat menjadi wadah atau tempat bagi pemuda untuk mengalirkan ide, berdinamika, berkreasi
    mulai dari aspek olahraga, seni hingga wirausaha serta bisa memanfaatkan sumber daya manusia dan sumber daya alam sekitar. Hal ini jika terwujud akan mengatur desa yang terlihat tidak aktif jika pemuda desanya aktif akan menjadi desa yang hidup dan terlihat banyak kegiatan.
  4. Peran Pemuda yang keempat adalah mampu memanfaatkan teknologi dengan maksimal. Maksud dari teknologi kita bisa mendapatkan ilmu pengetahuan dan informasi sebanyak-banyaknya yang bisa kita gunakan di desa kita, bisa menjadi ladang keterampilan seperti bisa mengedit video, mengedit desain grafis atau media sosial sebagai komunikasi untuk eksistensi kegiatan di desa dan menjadi usaha bagi pemuda untuk memperkenalkan produk dari usaha
    desa dan usaha masyarakat.
  5. Peran pemuda kelima adalah peran pemuda dalam tantangan proses pembangunan desa kedepannya sangat diperlukan pemuda dapat mengawasi serta mengontrol kebijakan maupun pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah desa. Karena selain pemuda memiliki idealisme yang tinggi, juga tidak banyak memiliki kepentingan terselubung dalam melakukan aktivitasnya. Maka peran pemuda menjadi kebijakan penyetabil dan menjadikan selaras dengan tujuan
    desa.

Related Posts