Pengolahan limbah tempurung menjadi cinderamata
Perlu kita ketahui bahwa pohon kelapa memang banyak manfaatnya , mulai dari batang, daun hingga buahnya dapat kita manfaatkan dengan berbagai keperluan. Bahkan limbah tempurung kelapa tersebut pun bisa digunakan sebagai kerajinan tangan yang memiliki nilai jual yang lumayan tinggi dari limbah ini. Limbah dari tempurung atau biasa masyarakat menyebutnya dengan batok kelapa ini, dapat kita jadikan sebuah kerajinan tangan yang bagus dengan bahan baku yang mudah di dapat dikarenakan menggunakan bahan baku lokal, apa lagi di daerah deli serdang (Sergai) yang banyak sekali sumber daya alam disana yang sangat melimpah hasil alamnya.
Salah satu desa yang masih memanfaatkan barang bekas dan hasil limbah tempurung kelapa yang menjadi barang yang masih berharga atau bernilai tinggi, yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari bahkan bisa diubah menjadi barang yang sangat berharga atau bernilai tinggi adalah desa yang bernama Desa sentang kecamatan teluk mengkudu kabupaten sergai.
Desa Sentang merupakan salah satu desa di Kabupaten Sergai yang masyarakatnya lebih didominasi oleh etnis Melayu dan tinggal disekitar pesisir pantai. Sebagai daerah pesisir tentunya memiliki potensi untuk dikembangkan banyak menjadi daerah wisata, namun permasalahannya belum semua daerah pesisir memiliki sumberdaya yang mampu mendukung pengembangan sektor pariwisata karena warga pesisir kebanyakan berprofesi sebagai nelayan, khusunya kaum perempuan yang juga tidak kalah penting dibanding kaum lelaki namun belum sepenuhnya mampu dalam mendukung tentang adanya pengembangan sektor pariwisata tersebut.
Melalui cara program kemitraan masyrakat yang digelar oleh pihak University Negeri Medan (UNIMED) beberapa bulan lalu, yang merupakan pengembangan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang sangat membantu dalam meningkatkan kompetensi warga khususnya kaum perempuan. Hal ini tentu memberikan dampah yang sangat positif bagi masyarakat sergai khususnya desa sentang. Lewat kegiatan ini masyarakat khususnya kaum ibu ataupun perempuan mampu mengolah limbah tempurung kelapa menjadi barang yang sangat berharga, limbah tersebut di sulap menjadi barang kebutuhan dapur atau hiasan rumah tangga, seperti tempat cuci tangan, gantungan kunci, cangkir, asbak rokok, vas bunga , sendok nasi, tempat lampu belajar, dan hiasan rumah lainnya.
Produk Produk hasil olahan tempurung kelapa ini adalah bio oil, asap cair (asap cari), karbon aktif, tepung tempurung, dan kerajinan tangan proses pengolahannya berupa sparasi, pirolisa, penggilingan dan pengolahan kerajinan tangan. Bio oil adalah hasil tar dari destalisasi kandungan ignin yang terdapat dalam tempurung kelapa, memiliki sifat yang mudah terbakar, sangat asam atau sangat korosif. Bio oil memiliki kekurangan sifatnya yang sangat korosif sehingga berpotensi merusak kompor. Selain itu viskositasnya yang tinggi membuatnya sulit untuk mengalir dan sumbu lebih cepat terbakar dari biasanya, Bio oil ini dibuat dengan proses pirolisa.
Selain bio oil, hasil kondensasi produk destilasi kering lainnya adalah asap cair, komposisi asap cair tediri dari atas: air(11-92%), fenol (2,8-9,5%) karbonil (2,6-4,0% ) dan tar (1-7%). Asap ini banyak digunakan di berbagai industri, antara lain industri pangan, perkebunan dan kayu.
Arang tempurung kelapa dimanfaatkan sebagai bahan baku pabrik karbon aktif , briket industri dan bahan bakar langsung. Arang tempurung kelapa ini sudah mengekspor ke berbagai negara hingga ke seluruh dunia, selain digunakan sebagai bahan baku industri karbon aktif. Pemanfaatan lainnya adalah dibagian ekspor dalam bentuk briket.