Saat ini, banyak pemuda yang justru memilih meninggalkan desa kelahirannya untuk merantau di ibukota ataupun di wilayah perkotaan. Memang tidak semuanya, tetapi sebagian besar melakukan hal ini. Mereka melakukan ini bukan tanpa alasan yang jelas. Kerap kali, kondisi ekonomi di desa yang tidak begitu bagus, membuat mereka memutuskan untuk mencari rezeki di daerah perkotaan. Ini adalah fenomena yang sudah sangat lumrah dijumpai, tetapi ini juga bisa mengancam perekonomian desa. Walaupun, para perantau itu juga akan mengirimkan hasil keringatnya ke desanya, yaitu kepada keluarganya dan hal ini akan menyebabkan roda ekonomi terus berputar, tetapi hal ini tidak dapat meningkatkan perkembangan yang signifikan terhadap desanya. Lima kisah orang desa ini membuktikannya. Mereka adalah 5 orang desa yang sukses yang bisa kita teladani. Meski lahir dan tinggal di desa, mereka mampu bangkit mengejar kesuksesan. Tak main-main, bidang kesuksesan yang mereka raih pun berkaitan dengan internet dan teknologi digital. Nah, siapa bilang orang desa gaptek dan tak bisa main internetan? Makanya, jangan main judge seperti itu sebelum membaca 5 wong ndeso yang sukses bisnis Online berikut ini.
Berikut 5 Orang Desa yang Sukses dalam Bisnis Online :
1. Ahmad Zaky adalah Orang Desa yang Sukses di Bidang CEO Bukalapak

Orang desa sukses yang pertama adalah Ahmad Zaky. Siapa yang tidak tahu Bukalapak? Salah satu marketplace terbesar di Indonesia yang iklannya sering bermunculan di TV. Sekitar 1,3 juta pelaku usaha telah bergabung menjadi mitra bisnis bukalapak dan menghasilkan nilai transaksi hingga 20 milyar per hari. Namun, siapa sangka dibalik kesuksesan Bukalapak itu ternyata dimotori oleh seorang pemuda dari desa. Dialah Ahmad Zaky, CEO Bukalapak yang lahir di sebuah desa kecil bernama Dukuh Manggis, Desa Jati, Kecamatan Masaran, Sragen. Semasa kecilnya, Zaky sempat menjalani kehidupan sehari-hari tanpa listrik. Sebab, pada masa itu PLN belum masuk ke kampung halaman Zaky. Zaky menghabiskan masa SD dan SMP-nya di Sragen, lalu merantau ke Solo ketika SMA. Sejak SMA itulah Zaky bertekad menjadi seorang entrepreneur. Dia tak ingin sekadar menjadi karyawan yang mengandalkan upah kepada orang lain. Akhirnya, Zaky merintis usaha pertamanya saat berkuliah di jurusan Teknik Informatika, ITB, salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Usaha pertama yang dirintis Zaky yaitu berjualan mie ayam. Namun, warung mie ayam Zaky hanya dibuka beberapa bulan saja. Usaha tersebut terpaksa ditutup karena untungnya yang tak seberapa. Tak lama kemudian, Zaky membuka usaha software warehouse. Sejak kecil, Zaky memang hobi otak-atik komputer dan tertarik di bidang IT. Namun, lagi-lagi usaha yang dibuka Zaky terpaksa ditutup karena merugi. Begitu lulus kuliah tahun 2009, Zaky mencoba peruntungannya kembali di bidang usaha. Zaky fokus melayani berbagai proyek pembuatan website yang datang padanya, terutama pesanan dari alumni ITB.
2. Sumbodo Malik, founder Kampung blogger

Wong ndeso yang sukses menjalankan bisnis Online selanjutnya adalah Sumbodo Malik, pendiri komunitas kampung blogger di Desa Menowo, Magelang, Jawa Tengah. Di kampung tersebut, sebagian besar penduduknya bekerja sebagai blogger profesional dan memiliki penghasilan lebih dari 1000 dollar per bulan. Banyak sekali ya?Tak heran, banyak blogger dari daerah lain jauh-jauh datang ke Magelang untuk belajar blogging ke Kampung Blogger. Pendirian Kampung Blogger itu bermula dari pengalaman pahit Sumbodo Malik saat terjatuh sakit. Sumbodo adalah orang yang hobi merakit komputer sejak 2003. Setiap tahun, tabungannya selalu digunakan untuk membeli komputer. Bahkan, di tahun 2008, Sumbodo yang saat itu bekerja sambil kuliah pernah membeli komputer seharga 24 juta rupiah. Karena hobinya itu, Sumbodo sering kekurangan uang, sehingga pola makannya pun menjadi tidak sehat. Dia sering mengonsumsi makanan instant dan membuatnya jatuh sakit. Saat itu Sumbodo di diagnosa kekurangan gizi dan harus dirawat di rumah sakit selama berhari-hari. Setelah keluar dari rumah sakit Sumbodo masih dalam kondisi tak mempunyai uang sama sekali. Ia pun mulai memutar otak untuk melakukan sesuatu yang dapat menghasilkan uang. Dia mempelajari banyak ilmu blogging dari forum-forum luar negeri, sehingga memaksanya untuk belajar Bahasa Inggris.
Hebat sekali ya!
3. Alfian Pamungkas Sukawiguna, founder IDCloudHost

Kisah orang desa sukses yang ketiga datang dari pemuda bernama Alfian Pamungkas Sukawiguna. Pria yang berasal dari sebuah desa kecil di Sukabumi tersebut berhasil menarik banyak perhatian orang sejak didaulat sebagai duta internet sehat tahun 2013. Alfian menghabiskan masa kecilnya di desa, lalu merantau ke Bandung saat berkuliah di Universitas Telkom, jurusan Teknik Informatika. Sejak kuliah, Alfian mulai menjalankan usahanya dengan menjual karakter game Online. Berbeda dengan kebanyakan anak seusianya, uang hasil menjual karakter game Online tersebut tidak ia gunakan untuk kesenangan pribadi, melainkan untuk modalnya membangun warnet. Pada usia 17 tahun, Alfian telah mendirikan beberapa warnet yang ditujukan untuk warga desa di kampung halamannya. Setelah didaulat sebagai duta internet sehat, Alfian membangun sebuah service VPS di MetroWorldHost. Atas prestasinya tersebut, Alfian diangkat menjadi co-founder MetroWorldHost dan memiliki penghasilan yang hampir setara dengan gaji seorang lulusan S2. Padahal, usia Alfian saat itu baru menginjak 18 tahun. Namun, Alfian tak berpuas diri dengan pencapaiannya tersebut.
4. Hadi Nainggolan, founder Langit Digital Group
Kali ini profil pengusaha yang akan kita bahas adalah Hadi Nainggolan, pemilik sejumlah perusahaan ternama yang tersebar di berbagai kota. Seperti 3 pemuda sebelumnya, Hadi juga termasuk orang desa sukses yang lahir dan dibesarkan di Desa Rimo, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh. Sejak usia 9 tahun, ayah Hadi terkena stroke sehingga tak bisa bekerja lagi. Kondisi itu memaksa Hadi berjualan kue keliling untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Profesi dagang ia tekuni terus hingga memasuki bangku kuliah di Fakultas Pertanian, Universitas Islam Sumatera Utara, Medan. Semasa kuliah, Hadi membuka bisnis percetakan dengan modal yang didapatnya dari hasil berdagang selama SMP dan SMA. Namun, di tahun 2011, Hadi menjual seluruh asetnya di Medan dan memutuskan untuk merantau ke berbagai kota. Mulai dari Surabaya, Banjarmasin, dan terakhir ke Jakarta. Berbekal pengalaman merantau ke berbagai kota itulah secara bertahap Hadi membangun bisnisnya sendiri. Dimulai dari membangun Daun Agro Group, sebuah kelompok usaha yang bergerak di bidang perdagangan kelapa kopra di Medan, Banjarmasin dan Surabaya.
5. Nofi Bayu Dermawan, founder Kampung Marketer
Hampir mirip dengan kampung blogger, penduduk Kampung Marketer di Desa Tanjung, Karangmoncol, Purbalingga, ini juga mengandalkan penghasilan dari bisnis Online. Bedanya, penduduk kampung Marketer tidak hanya spesifik memanfaatkan blog. Mereka memanfaatkan semua channel digital marketing untuk mempromosikan usahanya. Mulai dari website, toko online (ecommerce), hingga email marketing dan media sosial. Berkat ketekunan warga desa dalam mempelajari ilmu marketing Online, mereka pun sukses menjalankan bisnisnya. Dibalik kesuksesan kampung Marketer tersebut ada sosok pemuda bernama Nofi Bayu Darmawan, salah satu putra Desa Tanjung yang sebelumnya telah sukses menjalankan bisnis Online di kota. Berbekal keinginannya memajukan kampung halaman, Bayu memutuskan resign dari pekerjaannya di kota dan berfokus merintis kampung marketer di desanya. Bayu mempunyai mimpi, bisa menggerakkan sebanyak-banyaknya warga desa untuk berjualan Online yang sehat, berkelanjutan, dan terukur.
Bagaimana 5 kisah orang desa yang sukses di atas?
Sangat menarik sekali bukan? Meski tinggal di pedesaan dan penuh keterbatasan, mereka mampu membangun jaringan bisnisnya tanpa kenal batas. Hal ini mengingatkan kita bahwa kesuksesan seseorang tidak ditentukan oleh dari mana asal-usulnya, melainkan seberapa besar usahanya. Tentunya, seperti yang dapat kita pelajari dari lima pengusaha sukses di atas, untuk membangun bisnis yang besar, kita harus melek perkembangan zaman. Seperti Ahmad Zaky dan Alfian Pamungkas yang memanfaatkan website, serta Sumbodo Malik yang memanfaatkan blog. Atau, Hadi Nainggolan dan Nofi Bayu Darmawan yang memanfaatkan kecanggihan digital marketing. Kini, tak perlu bingung lagi untuk membuat website profesional atau menjalankan digital marketing yang handal.