
Permukaan tanah yang terbuka lebih cepat menerima panas matahari dan kehilangan air melalui penguapan. Kondisi ini sering terlihat pada area perkebunan yang jarang memiliki vegetasi di antara barisan tanaman utama. Saat hujan mulai jarang turun, tanah dapat mengering lebih cepat sehingga tanaman menghadapi keterbatasan air untuk mendukung pertumbuhannya.
Salah satu upaya untuk mengurangi kondisi tersebut adalah menanam legume cover crop (LCC). Tanaman penutup tanah ini membantu menciptakan lapisan vegetasi di permukaan lahan. Keberadaannya dapat mengurangi paparan langsung sinar matahari sekaligus memperbaiki kondisi tanah agar mampu mempertahankan kelembapan lebih baik.
Bagaimana LCC Membantu Mempertahankan Kelembapan Tanah?
LCC bekerja melalui beberapa mekanisme yang saling berkaitan. Pertama, daun dan batangnya menutupi permukaan tanah sehingga sinar matahari tidak langsung mengenai seluruh bagian lahan. Perlindungan ini membantu mengurangi kenaikan suhu tanah pada siang hari. Ketika suhu permukaan lebih terkendali, penguapan air dari tanah juga dapat berkurang.
Kedua, tajuk tanaman membantu melindungi permukaan tanah dari hantaman air hujan. Air tidak langsung mengenai tanah dengan intensitas yang sama seperti pada lahan terbuka. Kondisi ini dapat mengurangi risiko pemadatan permukaan dan aliran air yang membawa partikel tanah. Dengan struktur permukaan yang lebih terjaga, air hujan memiliki kesempatan lebih baik untuk meresap ke dalam tanah.
Ketiga, bagian tanaman yang gugur akan membentuk serasah dan mengalami pelapukan. Lapisan sisa vegetasi tersebut membantu melindungi tanah dari paparan panas serta mendukung penambahan material organik. Dalam jangka waktu tertentu, proses ini dapat membantu memperbaiki kondisi fisik tanah.
Pengaruh Jenis Tanaman dan Kondisi Lahan
Kemampuan LCC dalam menjaga kelembapan tidak selalu sama pada setiap lokasi. Jenis tanaman, tingkat pertumbuhan, kerapatan tutupan, tekstur tanah, dan curah hujan ikut menentukan hasilnya.
Beberapa jenis legume cover crop seperti Mucuna bracteata, Pueraria phaseoloides, dan Calopogonium mucunoides dapat menjadi pilihan untuk membentuk tutupan vegetasi. Namun, pengelola tetap perlu menyesuaikan jenisnya dengan kondisi lahan dan kebutuhan tanaman utama.
Sebuah penelitian lapangan oleh Mulinge dan rekan-rekan (2017) pada kebun jeruk di wilayah pesisir Kenya menunjukkan bahwa perlakuan Mucuna meningkatkan kadar air tanah sebesar 39% pada kedalaman 0–20 cm dan 33% pada kedalaman 20–40 cm dibandingkan kontrolnya. Hasil tersebut berasal dari lokasi dan kondisi percobaan tertentu, sehingga tidak bisa dijadikan patokan untuk semua jenis perkebunan.
Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Mengelola LCC
Menanam LCC saja tidak otomatis membuat tanah selalu lembap. Pengelola perlu memperhatikan waktu tanam, ketersediaan air saat awal pertumbuhan, serta kondisi tutupan tanaman. Jika vegetasi belum tumbuh merata, sebagian permukaan tanah masih dapat terpapar panas matahari.
Di sisi lain, LCC juga membutuhkan air untuk tumbuh. Pada musim kering yang panjang, pertumbuhan tanaman penutup tanah berpotensi meningkatkan persaingan air dengan tanaman utama. Oleh sebab itu, pengelola perlu mengatur kerapatan dan pertumbuhannya, terutama pada perkebunan yang memiliki keterbatasan air.
Pemangkasan juga perlu dilakukan ketika vegetasi mulai terlalu lebat atau mengganggu aktivitas pemeliharaan. Sisa pangkasan dapat diletakkan di permukaan tanah sebagai mulsa selama tidak menimbulkan gangguan terhadap tanaman utama. Pengelolaan seperti ini membantu menjaga fungsi tutupan sekaligus mengendalikan pertumbuhannya.
Kesimpulan
Peran LCC dalam menjaga kelembapan tanah terlihat melalui perlindungan permukaan lahan, pengurangan paparan panas, dan pembentukan serasah. Ketiga proses tersebut membantu mengurangi kehilangan air serta memperbaiki kondisi permukaan tanah. Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada jenis tanaman, karakteristik lahan, curah hujan, dan cara pengelolaan.
Pemilihan benih yang sesuai menjadi langkah awal untuk membangun tutupan vegetasi yang merata. Pengelola dapat mempelajari berbagai pilihan dan manfaat tanaman LCC sebelum menentukan jenis yang akan ditanam. Untuk mendukung kebutuhan benih cover crop pada perkebunan maupun pemulihan lahan, informasi pilihan benih juga dapat ditemukan melalui Lingkar Cipta.