Mengetahui berapa suhu cold storage ideal penting bagi pelaku usaha yang menyimpan makanan beku dalam jumlah banyak. Pengaturan suhu tidak hanya berkaitan dengan angka pada panel mesin, tetapi juga dengan kestabilan kondisi ruang selama penyimpanan. Untuk produk pangan beku, suhu produk umumnya perlu dipertahankan pada -18°C atau lebih rendah. Karena itu, operator perlu memantau suhu dan kondisi penyimpanan secara teratur.
1. Gunakan Suhu -18°C atau Lebih Rendah
Makanan beku membutuhkan suhu rendah agar kondisinya tetap terjaga selama penyimpanan. Pedoman Codex menyebutkan bahwa ruang penyimpanan makanan beku perlu mempertahankan suhu produk pada -18°C atau lebih rendah dengan perubahan seminimal mungkin.
Meski begitu, perhatikan petunjuk pada kemasan karena kebutuhan penyimpanan dapat berbeda menurut jenis produk. Jangan menentukan pengaturan hanya berdasarkan kebiasaan. Sesuaikan suhu dengan karakter makanan dan ketentuan yang berlaku untuk produk tersebut.
2. Hindari Perubahan Suhu yang Berulang
Suhu yang naik turun terlalu sering dapat memengaruhi mutu makanan beku. Karena itu, batasi kegiatan yang mengharuskan pintu cold storage terbuka dalam waktu lama.
Rencanakan pengambilan barang sebelum membuka pintu. Setelah selesai, tutup pintu dengan rapat. Periksa juga bagian karet pintu secara berkala. Kondisi pintu yang baik membantu menjaga udara dingin tetap berada di dalam ruang penyimpanan.
3. Pantau Suhu Secara Berkala
Jangan hanya melihat pengaturan suhu pada panel mesin. Gunakan alat pengukur suhu yang sesuai untuk memeriksa kondisi ruang secara berkala.
Catat hasil pemeriksaan agar operator dapat mengetahui perubahan suhu dari waktu ke waktu. Jika suhu menunjukkan kenaikan yang tidak biasa, periksa pintu, susunan produk, aliran udara, dan sistem pendingin. Pemeriksaan lebih awal membuat operator dapat menangani gangguan sebelum memengaruhi banyak produk.
4. Atur Susunan Produk di Dalam Ruang
Cara menata makanan juga memengaruhi distribusi udara dingin. Hindari menumpuk kemasan terlalu rapat hingga menutup jalur udara dari sistem pendingin.
Sisakan ruang yang cukup agar udara dapat bergerak di antara produk. Jangan menempelkan tumpukan langsung pada dinding, lantai, atau bagian lain yang dapat menghambat sirkulasi. Susunan yang rapi juga memudahkan operator mengambil barang sesuai kebutuhan.
5. Kelompokkan Makanan Berdasarkan Jenis
Kelompokkan produk berdasarkan jenis dan kebutuhan penyimpanannya. Penataan seperti ini membantu operator menemukan barang dengan cepat sehingga pintu tidak perlu terbuka terlalu lama.
Gunakan label yang jelas pada setiap kelompok produk. Tulis nama barang, tanggal masuk, dan informasi lain yang diperlukan. Terapkan sistem FIFO agar produk yang lebih dahulu masuk dapat digunakan atau dikirim lebih dahulu.
6. Sesuaikan Kapasitas dengan Muatan
Jangan mengisi cold storage melebihi kapasitas yang dianjurkan. Ruang yang terlalu penuh dapat menyulitkan sirkulasi udara dan membuat penataan produk kurang teratur.
Sebelum memasukkan barang, perkirakan jumlah muatan dan ruang yang tersedia. Atur posisi produk agar udara dingin tetap da pat menjangkau area penyimpanan. Cara ini juga memudahkan operator melakukan pemeriksaan tanpa memindahkan terlalu banyak barang.
7. Periksa Kondisi Makanan
Pemeriksaan produk perlu dilakukan bersama dengan pemantauan suhu. Perhatikan kemasan, kondisi permukaan, dan tanda perubahan yang tidak biasa. Kemasan yang rusak atau produk yang mengalami pencairan berulang perlu mendapat perhatian lebih lanjut.
Simpan catatan pemeriksaan agar operator dapat menelusuri kondisi produk selama berada di ruang penyimpanan. Jika ingin mempelajari cara menjaga mutu makanan beku secara lebih luas, Anda dapat membaca cara menjaga kualitas makanan beku sebagai referensi tambahan.
Kesimpulan
Jadi, berapa suhu cold storage ideal? Untuk makanan beku, suhu produk perlu dijaga pada -18°C atau lebih rendah dengan perubahan yang seminimal mungkin. Namun, operator tetap perlu mengikuti petunjuk penyimpanan sesuai jenis produk.
Selain suhu, perhatikan kestabilan pendinginan, sirkulasi udara, susunan barang, kapasitas ruang, dan pemeriksaan produk. Pengelolaan yang teratur membantu menjaga kondisi makanan selama berada di cold storage.